DWP UIN Madura Gelar Pertemuan Rutin dan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Rabu, 21 Januari 2026
- Dilihat 163 Kali
Pamekasan | Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar pertemuan rutin sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Aula Mini Fakultas Tarbiyah, Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP, jajaran pengurus, serta seluruh anggota DWP UIN Madura.
Dalam sambutannya, Ibu Wakil Rektor I sekaligus pengurus DWP UIN Madura, Hj. Ulfatun Hasanah Maimun, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam pertemuan bulanan tersebut. Ia juga menyambut para anggota baru dan berharap ke depan mereka dapat aktif mengikuti setiap agenda DWP.
“Pertemuan ini kita adakan rutin setiap bulan. Kami berharap anggota lama tetap istiqamah hadir, dan anggota baru bisa terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan DWP,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana kegiatan DWP pada bulan berikutnya yaitu wisata religi menjelang bulan Ramadhan. Meski lokasi masih belum ditentukan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026. Ia berharap seluruh anggota, baik anggota lama maupun anggota baru, dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, DWP UIN Madura juga mengadakan kajian dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan penceramah yaitu Dr. Moh. Afandi, M.H.I. Mengusung tema “Isra’ Mi’raj dan Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Generasi Berakhlak”, ceramah tersebut menekankan pada pentingnya peran perempuan, khususnya istri/ibu, dalam membangun keluarga yang sakinah dan melahirkan generasi berkarakter.
Dalam tausiyahnya, Dr. Moh. Afandi menjelaskan bahwa peran istri bukan sekadar menjalankan tugas di rumah, melainkan menjadi pendamping hidup yang mampu memberikan ketenangan, dukungan emosional, dan kolaborasi dalam membangun rumah tangga. Menurutnya, istri shalihah bukan hanya taat dalam ibadah dan patuh pada suami, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi keluarga.
“Istri yang shalihah itu bukan hanya yang beriman, taat kepada Allah dan suami, tapi juga mampu menjadi teman dalam berkolaborasi membangun keluarga dan melahirkan generasi yang berkualitas,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa seorang ibu merupakan Al-Madrasatul Ula atau sekolah pertama bagi anak. Karakter dan akhlak anak sangat ditentukan oleh pendidikan dari orang tua, terutama ibu, sejak usia dini. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari keluarga.
“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi masih kekurangan orang yang berkarakter dan berakhlak baik. Maka tugas kita bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi menanamkan akhlak sejak dini, dimulai dari keluarga,” tegasnya.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi