Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

UIN Madura Raih Rekor MURI atas Transliterasi Terjemah Al-Qur’an Berbahasa Madura ke Carakan Madura

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Senin, 1 Desember 2025
  • Dilihat 315 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Prestasi monumental kembali ditorehkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Kampus yang terus bergerak dalam pengembangan kebudayaan dan literasi keagamaan ini resmi menerima Penganugerahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Transliterasi Terjemah Al-Qur’an Berbahasa Madura ke dalam Carakan Madura.

Penganugerahan rekor tersebut berlangsung dalam rangkaian agenda Kunjungan Kerja Menteri Agama Republik Indonesia, yang juga meresmikan Gedung Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Gedung Layanan Akademik Terpadu UIN Madura. Acara dilaksanakan di Ballroom Gedung Rektorat Lt. 4 UIN Madura pada Sabtu (29/11/2025).

Momentum tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat nasional dan pimpinan perguruan tinggi, yang semakin menegaskan bobot dan legitimasi capaian UIN Madura. Turut hadir Anggota DPR RI Komisi VIII Daerah Pemilihan (Dapil) Madura, Forkopimda Kabupaten Pamekasan, Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari berbagai daerah di Indonesia, serta para rektor dan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Madura. Momentum yang biasanya diisi dengan kegiatan formal kelembagaan tersebut menjadi semakin istimewa dengan diumumkannya pengakuan MURI, yang dipandang sebagai terobosan penting dalam upaya pelestarian bahasa dan aksara lokal.

Penganugerahan rekor MURI disampaikan langsung oleh Lutvi Syah Pradana selaku Customer Relation Manager MURI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan UIN Madura merupakan karya langka dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Menurutnya, transliterasi terjemahan Al-Qur’an berbahasa Madura ke dalam aksara Carakan Madura bukan sekadar kerja teknis alih-aksara, melainkan sebuah upaya besar yang memiliki nilai budaya dan peradaban yang sangat tinggi.

“Inovasi ini bukan hanya memperkaya khazanah literasi Madura, tetapi juga memperkuat identitas keislaman masyarakat lokal. Karya ini tergolong langka dan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, sehingga layak mendapat pengakuan nasional,” ujarnya.

Prestasi tersebut lahir dari proses panjang melalui kerja sama riset Multi-Years antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura dan Yayasan Pakem Maddhu. Proyek ini digarap secara konsisten selama beberapa tahun terakhir dan menjadi bukti ketekunan serta keseriusan tim peneliti dalam mengembangkan kajian keislaman berbasis kearifan lokal.

Penelitian ini difokuskan pada transliterasi terjemahan Al-Qur’an berbahasa Madura ke dalam Carakan Madura, yakni aksara tradisional Madura yang dalam perkembangannya semakin jarang digunakan dan cenderung terbatas pada tradisi lisan maupun naskah kuno. Melalui ini, UIN Madura berupaya menghidupkan kembali aksara lokal tersebut agar dapat hadir dalam ruang akademik dan literasi keagamaan modern.

Pengerjaan transliterasi tersebut dipimpin oleh Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd., bersama Tim 08 Pengurus Yayasan Pakem Maddhu. Sejak tahap awal, tim berkomitmen tinggi dalam menjaga ketepatan linguistik, ketatabahasaan, serta keterbacaan teks, baik dari sisi keilmuan maupun kesesuaiannya dengan kaidah tradisi aksara Madura.

Salah satu anggota tim menyampaikan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar memindahkan teks terjemahan dari satu aksara ke aksara lain.

“Lebih dari itu, proses transliterasi dilakukan dengan kehati-hatian penuh untuk memastikan makna dan pesan terjemahan Al-Qur’an tetap terjaga, sekaligus menghadirkan kembali Carakan Madura ke ruang publik ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sebelum diajukan kepada MURI, hasil transliterasi ini terlebih dahulu melalui serangkaian diskusi terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) bersama para pakar aksara Madura. Selain itu, produk transliterasi tersebut juga mendapatkan validasi resmi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Validasi tersebut memastikan kesesuaian dengan kaidah baku aksara Madura serta ketepatan semantis dalam penerjemahan teks Al-Qur’an. Seluruh proses tersebut kemudian menjadi dasar kuat bagi pihak universitas untuk mengajukan karya ini kepada Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Pada tahap awal, transliterasi yang telah diselesaikan mencakup Juz 1 hingga Juz 10 dan berhasil dituntaskan pada tahun 2024. Hasil kerja tersebut kemudian diajukan secara resmi oleh Rektor UIN Madura kepada MURI sebagai bentuk pengakuan terhadap kelangkaan, kompleksitas, dan nilai pelestarian yang terkandung di dalamnya. Setelah melalui serangkaian verifikasi yang berlangsung selama beberapa bulan, MURI akhirnya menetapkan karya ini sebagai transliterasi Al-Qur’an yang unik dan langka di tingkat nasional, sehingga layak dianugerahi rekor.

Sementara itu, Dr. H. Saiful Hadi., M.Pd., Rektor UIN Madura yang hadir mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat Madura dan umat Islam yang menjunjung tinggi literasi Al-Qur’an.

“Penganugerahan rekor MURI ini menjadi tonggak sejarah penting bagi UIN Madura. Penganugerahan ini menjadi tonggak sejarah bagi UIN Madura. Kami tidak hanya berkontribusi pada pengembangan akademik, tetapi juga pemajuan budaya lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa aksara Madura bisa hadir dalam teks-teks besar agama dan menjadi bagian dari peradaban literasi Nusantara,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim LPPM UIN Madura, Yayasan Pakem Maddhu, serta seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menyukseskan proyek ini. Meski baru menyelesaikan 10 juz, tim pentransliterasi memastikan bahwa pekerjaan tersebut akan terus dilanjutkan hingga tuntas 30 juz. Target tersebut sejalan dengan visi UIN Madura untuk menjadi pusat rujukan studi Islam dan kebudayaan Madura.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd., selaku pimpinan proyek transliterasi pada multi-year research UIN Madura mengungkapkan bahwa pihaknya telah merancang kelanjutan proses transliterasi hingga khatam 30 juz.

“Kami sudah merencanakan lanjutan transliterasi hingga khatam 30 juz. InsyaAllah akan selesai secara bertahap dengan pendekatan akademik yang semakin matang dan komprehensif.” ujarnya.

Melalui capaian ini, Pamekasan dan Madura patut kembali berbangga. Aksara lokal yang sempat terpinggirkan kini memperoleh panggung terhormat melalui sebuah karya akademik monumental yang menghubungkan warisan tradisi budaya dengan kebesaran kitab suci.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi