Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

UIN Madura Gelar Pelatihan PAR dan ABCD untuk Perkuat Kompetensi Dosen Pendamping KKN

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Jumat, 21 November 2025
  • Dilihat 247 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pengabdian masyarakat. Pada Kamis (20/11/2025), LP2M menggelar Pelatihan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD) bagi dosen muda calon Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini berlangsung di Pamekasan dan dihadiri oleh para dosen dari berbagai fakultas.

Pelatihan ini menjadi agenda strategis LP2M untuk memastikan bahwa pendampingan KKN tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang partisipatoris dan berbasis pada kekuatan (aset) komunitas. Melalui metode PAR, para dosen diajak memahami teknik analisis sosial secara kolaboratif bersama warga. Sementara pendekatan ABCD mengajarkan bagaimana memulai pembangunan dari modal sosial, potensi, serta kekuatan alami yang dimiliki masyarakat lokal.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Agus Afandi, M.Fil.I., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang dikenal luas sebagai praktisi dan pengembang model pengabdian partisipatif. Ia menyampaikan materi mendalam mengenai konsep PAR dan ABCD yang mencakup:

  1. Tahapan penelitian aksi partisipatoris;
  2. Teknik pemetaan aset komunitas (asset mapping);
  3. Strategi membangun kolaborasi warga;
  4. Penyusunan rencana program pengabdian berbasis kekuatan lokal.

Acara dibuka oleh Ketua LP2M UIN Madura, Drs. Mashur Abadi, M.Fil.I., didampingi Rektor UIN Madura. Dalam pengantarnya, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Madura, Moch. Cholid Wardi, M.H.I., menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari penguatan kualitas pendamping KKN.

Ketua LP2M menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan institusi untuk membekali dosen muda dengan pemahaman metodologis yang memadai.

“Pelatihan ini menjadi agenda LP2M untuk menyiapkan Dosen Pendamping Lapangan KKN yang tidak hanya memahami administrasi, tetapi juga mampu menerapkan metode pengabdian partisipatoris berbasis PAR dan ABCD,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Madura menekankan pentingnya penyamaan paradigma dalam pengabdian masyarakat.

“Penguatan konseptual dan praktis pengabdian berbasis PAR dan ABCD perlu dilakukan agar output dan outcome KKN lebih terarah. Saya berharap peserta mengikuti pelatihan ini secara serius, agar hasilnya bermanfaat secara kelembagaan dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Peserta pelatihan mengikuti serangkaian sesi intensif meliputi: Pendalaman konsep PAR, Pengenalan dan praktik ABCD, Diskusi interaktif dan tanya jawab, Praktik pemetaan aset komunitas, Penyusunan rencana aksi awal berbasis aset, Refleksi dan penutup.

Para dosen tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana merancang program pengabdian bersama masyarakat.

Melalui pelatihan ini, LP2M UIN Madura menargetkan beberapa capaian penting, antara lain: Peningkatan pemahaman metodologi PAR dan ABCD bagi dosen, Terbentuknya rencana program KKN yang lebih berkelanjutan, Meningkatnya kualitas kolaborasi kampus–masyarakat, Pendampingan KKN yang lebih terarah dan berdampak, serta Penguatan reputasi UIN Madura dalam pemberdayaan masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis aset dan partisipasi warga, kampus berharap KKN ke depan tidak hanya sekadar program rutin, tetapi menjadi gerakan transformasi sosial yang berkelanjutan.

 


Penulis: Achmad Firdausi