FGD Laboratorium Tarbiyah UIN Madura: Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah Mitra
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 15 Oktober 2025
- Dilihat 415 Kali
Pamekasan | Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah atau Madrasah sebagai Penggerak Implementasi Pembelajaran Mendalam, Senin (14/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gedung Rektorat Lt.4 ini diikuti oleh 115 kepala sekolah dan kepala madrasah mitra.
Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., Guru Besar dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai narasumber utama yang memberikan wawasan strategis terkait penguatan peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pembelajaran.
Kepala Laboratorium Tarbiyah, Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd., menyampaikan laporan kegiatan sekaligus memberikan sambutan pembuka. Beliau menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dengan sekolah/madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, laboratorium tarbiyah tidak hanya menjadi ruang praktik mahasiswa, tetapi juga pusat pengembangan inovasi dan penguatan kompetensi bagi kepala sekolah serta guru.
“Kompetensi kepala sekolah dan madrasah harus terus ditingkatkan, sebab mereka adalah penggerak utama dalam menciptakan pembelajaran mendalam. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa keberhasilan pendidikan berawal dari kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu,” ujarnya.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. yang hadir bersama jajaran wakil dekan. Dalam kesempatan itu, Prof. Siswanto memberikan arahan dengan menekankan bahwa transformasi pendidikan hanya dapat tercapai apabila kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak di lingkungannya. Ia menambahkan, FGD semacam ini merupakan wadah yang tepat untuk saling berbagi pengalaman, mencari solusi, dan merumuskan strategi implementasi kurikulum yang berorientasi pada pembelajaran mendalam. Bahkan juga terlaksana di sela-sela kegiatan pada acara pembukaan dilakukan penandatanganan MoA antara Laboratorium Fakultas Tarbiyah, Prodi Tadris Bahasa Indonesia dengan UNESA.
“Kepala sekolah dan madrasah tidak boleh berhenti pada tataran administratif, tetapi harus menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi guru dan siswa. Fakultas Tarbiyah UIN Madura akan terus mendukung penguatan kapasitas ini melalui kegiatan akademik dan kolaboratif,” ungkap Prof. Siswanto.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., menyampaikan materi yang menyoroti pentingnya pembelajaran mendalam (deep learning) dalam era global. Menurutnya, kepala sekolah harus memiliki kompetensi literasi digital, kepemimpinan pembelajaran, serta kemampuan mengelola kultur sekolah yang adaptif. “Pembelajaran mendalam bukan hanya soal transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” tegasnya.
Diskusi berjalan dinamis dengan partisipasi aktif para peserta. Mereka berbagi praktik dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di sekolah dan madrasah masing-masing. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis dalam memperkuat peran kepala sekolah atau madrasah sebagai penggerak utama pendidikan berkualitas di Madura. Melalui kegiatan ini, Laboratorium Tarbiyah UIN Madura menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi