UIN Madura Mantapkan Arah Keilmuan Lewat Uji Publik Falsafah, Hadirkan Guru Besar Universitas Negeri Malang
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Kamis, 11 September 2025
- Dilihat 265 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar uji publik naskah falsafah keilmuan, Kamis (11/9/2025), di Ballroom Lt. 4 Gedung Rektorat UIN Madura. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., Guru Besar Universitas Negeri Malang, serta diikuti oleh sivitas akademika UIN Madura. Rektor UIN Madura turut hadir secara daring melalui Zoom Meeting.
Rektor UIN Madura menyampaikan bahwa uji publik ini merupakan tindak lanjut atas selesainya rumusan falsafah pengembangan keilmuan yang disusun oleh tim penyusun, tenaga ahli, dan para kontributor. Rumusan tersebut menjadi pondasi penting setelah perubahan status IAIN Madura menjadi UIN Madura melalui Peraturan Presiden.
“Pekerjaan besar ke depan adalah menyiapkan fondasi desain pengembangan pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, yang tidak hanya memenuhi ekspektasi warga kampus, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Rektor.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada Prof. Ahmad Taufiq yang dinilai memiliki keahlian di bidang ilmu pengetahuan umum. Menurutnya, masukan dari akademisi eksternal sangat penting untuk memperkuat, mengoreksi, dan menyempurnakan naskah falsafah keilmuan agar dapat menjadi landasan strategis bagi pengembangan UIN Madura.
Rektor menjelaskan bahwa falsafah keilmuan UIN Madura berpijak pada tiga aspek utama, yaitu:
1. Landasan ilmu keagamaan sebagai mandat dari Kementerian Agama,
2. Penggalian budaya dan kearifan lokal masyarakat Madura,
3. Pengembangan ilmu pengetahuan umum berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
“Tiga hal ini – Islam, budaya, dan ilmu kealaman – perlu kita rawat bersama agar dapat terintegrasi dalam pengalaman belajar dan kegiatan tridarma perguruan tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Ahmad Taufiq dalam paparannya menyampaikan bahwa naskah falsafah keilmuan UIN Madura yang disusun tim penulis sudah baik. “Saya membaca dan menelaah naskah ini dengan serius karena menyangkut masa depan UIN Madura. Tanggung jawabnya besar,” ujarnya disambut apresiasi peserta.
Uji publik ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam memperkuat arah pengembangan keilmuan UIN Madura, sehingga mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan budaya lokal. Kegiatan dilanjukan dengan mendengarkan paparan narasumber dan sesi tanya jawab.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati
Editor: Achmad Firdausi