Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

PKM UIN Madura Hadirkan Inovasi Pembelajaran Islami Berbasis Digital melalui Pelatihan AI dan Metaverse Kepada Guru Pesantren

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Kamis, 25 September 2025
  • Dilihat 474 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Dalam upaya memperkuat transformasi pendidikan Islam di era digital, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Pondok Pesantren Al-Djufri Blumbungan Pamekasan melalui program pelatihan “Integrasi Literasi AI dan Metaverse Berbasis Keislaman”. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 23–24 September 2025 sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator PKM, Kristanti Ayuanita, M.Pd., dengan menghadirkan narasumber yaitu Ary Iswahyudi, S.Si., M.T., dan disambut baik oleh Kepala Sekolah bersama para Guru.

Dalam sambutannya, Kristanti Ayuanita menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman dalam perkembangan teknologi. “Teknologi tanpa nilai hanyalah alat, tetapi teknologi dengan nilai Islami adalah cahaya peradaban,” tegasnya.

Pelatihan ini membekali para guru dengan pemahaman tentang literasi digital, dasar-dasar kecerdasan buatan atau yang kita kenal dengan Artificial Intelligence (AI), serta potensi metaverse dalam pembelajaran, yang disampaikan secara langsung oleh narasumber.

Narasumber juga mengajak para guru untuk memahami penggunaan chatbot edukatif, sistem pembelajaran adaptif, hingga analisis kinerja siswa berbasis AI. Selain itu, konsep metaverse diperkenalkan sebagai ruang virtual untuk pembelajaran 3D, termasuk tour virtual ke Masjidil Haram dan simulasi laboratorium sains Islami.

Tak hanya teori, pelatihan ini juga mencakup praktik langsung, seperti perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Islami berbasis AI, desain kelas virtual, serta sesi microteaching digital. Aspek etika dan akhlak digital turut ditekankan agar pemanfaatan teknologi sejalan dengan nilai amanah dan kemaslahatan.

Kristanti menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membentuk guru yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai-nilai Islam, serta diharapkan program ini dapat melahirkan guru-guru yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga menjadi teladan akhlak digital. “Dengan sinergi teknologi dan nilai Islam, guru dapat menjadi agen perubahan yang membentuk pendidikan Islam berkemajuan,” ujarnya.

Namun, pelatihan ini tak hanya menyoroti potensi teknologi, tetapi juga tantangan yang dihadapi pesantren dalam transformasi digital, mulai dari keterbatasan literasi digital, infrastruktur teknologi, hingga dominasi konten non-Islami.

Menanggapi hal tersebut, Ary Iswahyudi menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan, kolaborasi antar lembaga, dan pengembangan konten digital Islami yang berfokus pada kemaslahatan. “Teknologi seharusnya tidak hanya digunakan, tetapi juga dimaknai dan diarahkan untuk kebaikan. Guru harus jadi pionir akhlak digital,” ujar Ary.

Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta. Banyak guru mengaku mendapatkan wawasan baru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran sehari-hari tanpa mengesampingkan aspek spiritual. Sehingga semangat kedua lembaga ingin menciptakan pesantren sebagai pusat inovasi digital berbasis keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta program ini menjadi langkah strategis dalam membangun model pembelajaran Islam yang relevan dengan tantangan abad ke-21.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi