Membidik Kebaruan Demi Kemajuan
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 10 September 2025
- Dilihat 542 Kali
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)
Setiap sesuatu yang baru pasti akan menyajikan sesuatu yang membuat siapapun penasaran untuk segera mencicipinya. Hal tersebut disebabkan karena ada anggapan bahwa sesuatu yang baru itu sensasinya pasti berbeda dengan yang lama, walaupun belum tentu sesuatu yang baru itu pasti lebih baik dari yang lama. Kebaruan memang diperlukan untuk dihadirkan dalam rangka menyajikan sesuatu yang lebih baik.
Lama dan baru memang sudah menjadi sunnatullah dalam kehidupan. Jika ada hal yang lama, pasti ada hal yang baru. Hampir dalam setiap ilmu tidak luput dari pembahasan hal lama dan hal yang baru. Pada perputaran zaman, ada zaman lama dan ada zaman baru. Dalam roda pemerintahan, ada pemerintahan (orde) lama dan ada pemerintahan baru. Begitu pula dalam diskursus fikih atau Syariah, ada pandangan lama dan ada juga pandangan baru, ada fikih klasik dan ada fikih kontemporer. Begitu pula dalam diskursus teoologi, ada yang Qodim (terdahulu) dan ada yang hudus (baru).
Sunatullah itu ternyata juga berlaku dalam dunia pendidikan. Ada mahasiswa lama dan ada mahasiswa baru. Ada senior dan ada junior. Begitu pula dalam masalah akademik, selalu muncul setiap tahunnya tahun akademik baru yang terkadang diikuti oleh suasana gedung baru, fasilitas baru dan hampir semua yang baru diupayakan untuk disajikan dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Kebaruan memang selalu dan terkadang menjadi prasyarat bagi diterimanya sesuatu, seperti dalam artikel scoopus harus ada novelty atau kebaruan. Namun kebaruan tidak akan berarti tanpa ada semangat baru yang akan menjadikan kemajuan di segala bidang.
Hadirnya tahun akademik baru yang segera dimulai, begitu pula mahasiswa baru yang segera memulai aktivitasnya di bidang akademik dan juga gedung baru melengkapi kebaruan di lingkungan akademik. Maka sudah merupakan sesuatu yang niscaya jika hal tersebut dibarengi oleh semangat baru. Tentunya semangat baru dalam koridor kemajuan. Kemajuanlah yang akan mengantarkan kita ke gerbang kejayaan, bukan semata kebaruan.
Semangat baru yang dihadirkan oleh mahasiswa baru harus kita imbangi dengan semangat baru di bidang akademik dan pengajaran serta pelayanan yang memuaskan. Tentunya, dengan semangat baru akan dihasilkan banyak inovasi-inovasi yang akan mengantarkan kita ke arah yang lebih maju dari sebelumnya atau dari apa yang sudah ada. Semangat baru itulah yang harus tetap dipertahankan, dipupuk dan terus dikembangkan agar kebaruan itu paralel dengan kemajuan.
Kemajuan itulah yang nantinya akan menjadi barometer untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat akan selalu memilih dan memilah mana hal-hal maju dan mana kampus yang maju. Jika sudah ditemukan institusi pendidikan yang maju, maka dengan sendirinya masyarakat selaku stick holder akan mempercayakan putra-putri mereka untuk dididik di institusi yang maju tersebut. Oleh karena itu marilah kita hadirkan semangat baru untuk mengantarkan kemajuan institusi kita, sehingga menjadi institusi yang jaya di mata masyarakat. Kamajuan dan kejayaan bukan merupakan sesuatu yang instan. Hal tersebut bisa dihadirkan dengan semangat perjuangan, cucuran keringan dan pengorbanan. Kita berada pada situasi nyaman seperti sekarang ini, atas jasa dan cucuran keringat pendahulu kita. Dengan demikian, tugas kita merupakan amanat yang harus dipertanggungjawabkan. Tiada lagi pilihan kecuali harus bekerja, berkreasi, berinovasi, dan mengantarkannya ke gerbang kemajuan dan kejayaan.
Editor: Achmad Firdausi