Jakarta (UIN Madura) | Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru, dan keluarga siswa yang terdampak longsor dan banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bantuan tersebut diserahkan Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada para penerima bantuan di Bandung Barat, Minggu (1/2/2026)....
Jakarta (UIN Madura) | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah menjadi prioritas Kemenag untuk meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan yang unggul dan kompetitif. Selama ini, pihaknya intensif melakukan koordinasi terkait berbagai kebijakan tentang guru dengan Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian...
Jakarta (UIN Madura) | Kementerian Agama (Kemenag) mengajukan usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp5.872.189.200.000,- untuk memastikan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) pada Tahun Anggaran (TA) 2026. Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa pengajuan ABT difokuskan untuk membayar TPG bagi guru/dosen yang lulus Pendidikan...
Pamekasan | Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer semester genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Membangun Kolaborasi Penelitian Internasional yang Inovatif dan Solutif”, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Madura, para dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan Pascasarjana UIN Madura. Kegiatan...
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag. (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura) Pembekalan keahlian secara teknis bagi setiap pelaksana tugas biasanya diberikan pada kegiatan Bimtek atau bimbingan teknik dan kadang juga pada kegiatan Diklat atau pendidikan dan latihan. Namun terkadang sulit untuk membedakan kedua kegiatan tersebut. Apakah...
Oleh: Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Madura) Di tengah euforia modernisasi pendidikan dan digitalisasi pengetahuan, tradisi lisan pesantren kerap diposisikan sebagai peninggalan masa lalu yang bernilai kultural, tetapi miskin relevansi. Pandangan ini tidak hanya keliru, tetapi juga mencerminkan cara berpikir yang terlalu menyederhanakan...