Tantangan Menuangkan Sebuah Coretan Pena dari Keinginan yang Begitu Besar dan Mewujudkan Impian yang Lama Terpendam Bahkan Terkubur
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 6 Oktober 2026
- Dilihat 39 Kali
Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah UIN Madura)
Menuangkan ide dalam suatu tulisan ternyata jauh lebih sulit dan lebih banyak tantangannya dari pada menuangkan ide melalui bahasa oral atau orasi, ceramah, pengajian dan sebagainya. Hal ini bisa saya rasakan sendiri takala diri ini menekuni kajian Tafsir setiap hari, setiap pagi, sejak 11 tahun yang lalu dan hingga kini kajian tafsir dengan kitab utama Tafsir Jalalain sudah khatam beberapa kali. Hal tersebut berjalan dengan lancar seakan-akan ringan menjalaninya. Begitu pula segelintir jemaah yang selalu setia mengikuti pengajian tiap pagi menghadiri kajian Tafsir Jalalain walaupun tidak ada suguhan apapun dalam pengajian tersebut, hanya sekali-kali ada sedekahan dari masyarakat sekitar.
Akan tetapi keinginan yang begitu besar terus menggelayut dalam benak ini, yaitu ingin menuangkan ide tentang Tafsir Al-Qur’an dalam coretan pena atau tulisan. Keinginan itu sudah mengendap bertahun-tahun, tapi tidak kunjung terwujud. Setiap kali ada keinginan untuk memulai coretan dan ingin rasanya menuangkannya, entah satu ayat dua ayat atau satu surat pendek, walau selalu dan selalu keinginan itu mengajak untuk menuangkan coretan itu di atas kertas, akan tetapi selalu kandas, entah oleh faktor apa, yang jelas faktor yang terbesar itu adalah faktor malas.
Untuk menuangkannya dan mewujudkan tulisan yang bermanfaat, maka kali ini keinginan itu datang lagi untuk merealisasikannya, berusaha sekuat tenaga untuk membendung dan melawan bahkan memerangi kemalasan yang sudah menggurita dalam diri ini. Maka seharusnya, perlahan mulai memilah dan memilih surat-surat pendek serta ayat-ayat tertentu untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. Akhirnya tiba pada situasi di mana kajian Tafsir Jalalain sudah sampai di penghujung khataman yang ke sekian kalinya dengan mengkaji surah-surah pendek yang pada pagi ini kebetulan mengkaji surah al-Ikhlas dan al-Mu'awwidatain. Maka muncul keinginan yang begitu keras dan kuat dalam benak ini untuk menuangkan Tafsir dari ketiga surat itu untuk dituangkan di dalam tulisan. Maka Ide ini kemudian saya kurung, jangan sampai lepas lagi dan sedikit demi sedikit mulai menjejerkan huruf demi huruf dan kata demi kata sebagai rangkaian tulisan untuk mewujudkan keinginan itu.
Inspirasi kali ini mudah-mudahan terus bisa diwujudkan sehingga dengan bisanya memulai melangkahkan dan menata huruf-huruf dan kata-kata serta kalimat demi kalimat, nantinya akan jadi suatu tulisan yang bisa dibaca minimal oleh saya pribadi serta anak-anak saya bahkan bersyukur jika ada orang yang bisa juga menikmatinya. Maka melalui pengantar tulisan ini saya bertekad Insya Allah mulai saat ini saya akan selalu menuangkan ide menuliskan Tafsir Al-Qur’an dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan selalu memberikan pertolongan kepada saya khususnya untuk mewujudkan keinginan yang sudah lama terpendam ini. Dan saya akan memulainya dari surat al-Ikhlas, kemudian al-Mu'awwidatain, serta nanti berlanjut memulai dari surat al-Fatihah dan seterusnya. Semoga dan semoga bisa konsisten, dan bukan sekadar angan-angan yang tidak membuahkan bukti konktret. Amin
Editor: Achmad Firdausi