The 2nd Renaisans International Conference UIN Madura Bahas Pendidikan Berkelanjutan dan Ketahanan Nasional
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Kamis, 21 Mei 2026
- Dilihat 309 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri Madura melalui Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, sukses menyelenggarakan The 2nd Renaisans International Conference on Sustainable Development Goals (SDGs) pada Rabu (20/05/2026). Kegiatan internasional tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi panitia.
Konferensi internasional ini mengangkat tema “Strengthening Education for Sustainable Development (ESD) in Realizing National Resilience” atau penguatan pendidikan berkelanjutan dalam mewujudkan ketahanan nasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, peneliti, guru, akademisi, serta pemakalah dari berbagai institusi dan negara.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi internasional ini menjadi wadah strategis untuk membangun kolaborasi akademik lintas negara dalam mendukung pencapaian SDGs.
“Konferensi ini menjadi ruang penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk saling berbagi gagasan serta memperkuat kolaborasi internasional dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam membangun masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global sekaligus menjaga ketahanan nasional.
“Pendidikan berkelanjutan harus menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia,” tambahnya.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional dan nasional, di antaranya Azhar Ibrahim dari National University of Singapore, Shirai Katsuhisa dari Aichi Toho University, Nasution dari Universitas Negeri Surabaya, serta Kenji Nakamura dari Hiroshima University.
Dalam sesi utama, para narasumber memaparkan berbagai isu strategis terkait pendidikan berkelanjutan, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), budaya dan sosial masyarakat, energi dan lingkungan, hingga kebijakan dan regulasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu narasumber menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.
“Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pendidikan harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan membangun kesadaran global tentang keberlanjutan,” ungkapnya dalam sesi diskusi.
Selain sesi pleno, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi paralel yang terbagi ke dalam enam ruang diskusi sesuai subtema konferensi. Sebanyak 49 pemakalah mempresentasikan hasil penelitian terbaik mereka yang berkaitan dengan isu Education for Sustainable Development (ESD). Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara aktif bersama presenter dan moderator di masing-masing ruang.
Ketua panitia konferensi menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik untuk berbagi hasil penelitian, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jejaring internasional antarpeneliti dan akademisi.
“Kami berharap konferensi ini dapat melahirkan kolaborasi riset dan inovasi baru yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan berkelanjutan di tingkat global,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa panitia menyediakan berbagai fasilitas digital untuk mendukung kelancaran acara, mulai dari layanan Zoom Meeting, siaran YouTube Live Streaming, hingga distribusi sertifikat dan absensi secara daring.
“Peserta yang tidak dapat bergabung melalui Zoom tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan melalui kanal YouTube resmi konferensi,” tambahnya.
Pada akhir kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, moderator, dan panitia yang telah menyukseskan acara. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan konferensi berlangsung.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi