Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

FGD Jurnal Internasional UIN Madura: Prof. Irwan Abdullah Ungkap Kunci Utama Agar Jurnal Bisa Menembus Scopus

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Jumat, 5 Desember 2025
  • Dilihat 216 Kali
Bagikan ke

Surabaya | Upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah kembali diperkuat oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tata Kelola Jurnal Bereputasi Internasional”. Kegiatan ini berlangsung pada 2–5 Desember 2025 di Surabaya dan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang publikasi ilmiah internasional: Prof. Dr. Irwan Abdullah, Dr. Tabrani, serta Dr. Agus Budiyono. Selama empat hari, para pengelola jurnal UIN Madura mendapatkan bimbingan intensif tentang strategi untuk menembus indeksasi bereputasi global, khususnya Scopus, yang kini menjadi standar tertinggi pengelolaan jurnal ilmiah.

Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., membuka kegiatan dengan memberikan arahannya mengenai pentingnya kesiapan institusi dalam menghadapi ketatnya persaingan publikasi ilmiah internasional. Ia menekankan bahwa pengelolaan jurnal tidak boleh berhenti pada pekerjaan administratif semata, tetapi harus menjadi ruang produktivitas literasi digital bagi para dosen. Tahun ini, UIN Madura bahkan mulai menerapkan formasi 4-1-1-1 pada empat fakultas sebagai strategi membangun jurnal dengan reputasi internasional.

Menurut Rektor, keberhasilan jurnal untuk masuk indeksasi Scopus tidak dapat diraih hanya dengan perbaikan teknis, tetapi membutuhkan kesinambungan program, seperti pelatihan pengelolaan jurnal, klinik kepenulisan, hingga pendampingan submit ke lembaga pengindeks internasional. Ia juga menyampaikan harapannya agar UIN Madura mampu melahirkan jurnal berbasis STREAM—Science, Technology, Religion, Engineering, and Mathematics—sebagai identitas keilmuan yang khas dan unggul.

Sesi utama FGD dipandu oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah, yang memberikan paparan mendalam mengenai persoalan fundamental dalam pengelolaan jurnal. Ia menegaskan bahwa rendahnya kualitas substansi artikel merupakan salah satu alasan utama jurnal sulit naik kelas. Di hadapan para peserta, Prof. Irwan menyampaikan bahwa artikel ilmiah yang layak terbit di jurnal bereputasi harus memiliki unsur novelty, analisis yang kuat, serta relevansi dengan perkembangan isu kontemporer.

“Jurnal bereputasi tidak hanya mengelola penerbitan, tetapi memastikan setiap artikel memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya editorial board yang kompeten dan selaras dengan focus and scope jurnal, serta mendorong para dosen untuk menerapkan teknik menulis SPINS—Specific, Powerful, Important, Novelty, Solution—dengan komitmen one day one paragraph sebagai latihan produktivitas akademik.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Tabrani, Managing Editor Jurnal Preudien, yang memberikan panduan teknis mengenai pengelolaan Open Journal Systems (OJS). Ia menyoroti pentingnya Focus and Scope yang spesifik agar jurnal tidak kehilangan identitas akademiknya. Selain itu, manajemen reviewer menjadi perhatian utama. Reviewer harus memiliki rekam jejak publikasi yang relevan serta kredibel di bidangnya. Konsistensi penerbitan, menurutnya, menjadi indikator penting untuk akreditasi SINTA maupun indeksasi internasional. Melalui sesi praktik yang dipandu langsung, peserta diajak memahami alur editorial mulai dari submission, review, hingga produksi akhir artikel.

Sementara itu, Dr. Agus Budiyono menutup rangkaian materi dengan menegaskan pentingnya integritas akademik sebagai ruh pengelolaan jurnal. Ia mengingatkan bahwa banyak pengelola jurnal terjebak dalam pekerjaan administratif sehingga melupakan arah keilmuan jurnal itu sendiri. Menurutnya, upaya menjaga kualitas publikasi harus selalu disertai dengan kontrol plagiarisme yang ketat, konsistensi gaya penulisan, pengelolaan sitasi dengan reference manager, serta penerapan etika publikasi internasional sesuai standar COPE.

Selama empat hari pelaksanaan, diskusi berlangsung aktif dan terbuka. Para peserta menyampaikan beragam pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi, mulai dari minimnya reviewer hingga maraknya jurnal predator. Dinamika diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan ditindaklanjuti ke depan, seperti pelatihan berkelanjutan bagi para pengelola jurnal, pembentukan editorial consortium, peningkatan kolaborasi antarjurnal, serta percepatan kesiapan submit jurnal menuju Scopus.

 


Penulis: Achmad Firdausi